Dari Kampung ke Dunia: Ketika Anak Betawi Mulai Berkarya

Daftar Isi

“Anak Betawi boleh mendunia. Yang penting, jangan sampai dunia membuatnya lupa siapa dirinya.”

— Deni Ardini, Founder BetawiBanget.id




Dulu, mungkin kita mengenal Betawi dari kampung-kampung yang menjadi bagian dari perjalanan Jakarta.

Dari rumah, keluarga, masjid, sekolah, pasar, lapangan, dan lingkungan tempat orang-orang saling mengenal.

Tetapi hari ini dunia sudah berubah.

Anak Betawi bisa tumbuh di mana saja. Belajar di mana saja. Bekerja di mana saja. Dan berkarya untuk siapa saja.

Pertanyaannya bukan lagi:

“Apakah anak Betawi akan keluar dari kampungnya?”

Mereka pasti akan keluar.

Pertanyaannya adalah:

“Apa yang mereka bawa ketika mereka pergi?”

Jangan Takut Anak Betawi Pergi Jauh

Kita tidak perlu takut ketika anak-anak Betawi mengejar pendidikan dan kesempatan di tempat lain.

Justru kita harus bangga.

Karena setiap anak yang berhasil keluar, belajar, bekerja, dan berkarya, sebenarnya membawa kesempatan untuk memperkenalkan sesuatu tentang dirinya.

Tentang keluarganya. Tentang daerah asalnya. Tentang budayanya.

Tentang Betawi.

Pergi jauh bukan berarti meninggalkan akar. Kadang kita perlu pergi jauh agar bisa melihat betapa berharganya tempat kita berasal.

Dari Anak Kampung Menjadi Warga Dunia

Dunia hari ini semakin terbuka.

Seorang anak Betawi bisa memiliki teman dari berbagai negara.

Bisa bekerja dengan perusahaan internasional.

Bisa menjual produk ke berbagai kota, bahkan berbagai negara.

Bisa membuat film yang ditonton jutaan orang.

Bisa membuat musik yang didengar oleh orang di berbagai belahan dunia.

Bisa membangun teknologi.

Bisa menjadi ilmuwan.

Bisa menjadi pengusaha.

Bisa menjadi apa pun yang ia cita-citakan.

Dan tidak ada alasan identitas Betawi harus menjadi penghalang.

Identitas bukan batas untuk bermimpi. Identitas adalah akar tempat kita bertumbuh.

Membawa Betawi Lewat Karya

Kita juga perlu mengubah cara melihat pelestarian budaya.

Anak muda tidak harus selalu diminta untuk menjadi penjaga tradisi.

Mereka bisa menjadi pencipta karya yang terinspirasi dari tradisi.

Mereka bisa membuat desain baru.

Membuat film.

Membuat musik.

Membuat kuliner Betawi naik kelas.

Membuat bisnis dengan identitas Betawi.

Membuat konten digital.

Menulis buku.

Mengembangkan teknologi.

Atau menciptakan sesuatu yang hari ini bahkan belum pernah kita bayangkan.

Kita tidak hanya membutuhkan anak muda yang mengenal budaya Betawi. Kita membutuhkan anak muda yang mampu membuat Betawi dikenal melalui karyanya.

Bangga Tidak Harus Berisik

Kebanggaan terhadap identitas tidak selalu harus ditunjukkan dengan kata-kata besar.

Kadang cukup dengan memilih menggunakan unsur Betawi dalam karya.

Memperkenalkan makanan keluarga.

Menceritakan sejarah kampung.

Menggunakan bahasa yang kita kenal sejak kecil.

Mengenalkan tradisi kepada teman.

Atau sekadar berani mengatakan:

“Saya orang Betawi.”

Tidak perlu merasa lebih tinggi dari orang lain.

Tidak perlu merasa lebih rendah.

Cukup mengenal diri sendiri dan menghargai identitas yang kita miliki.

Nilai yang Dibawa ke Mana Pun

Tetapi ada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar membawa nama Betawi.

Yaitu membawa nilai baiknya.

Adab. Kepedulian. Keluarga. Silaturahmi. Kerja keras. Keberanian. Dan pegangan agama.

Karena identitas yang paling kuat bukan yang hanya terlihat dari luar.

Identitas yang kuat adalah sesuatu yang tercermin dari cara kita menjalani hidup.

Ke mana pun anak Betawi pergi, semoga ia tetap membawa adab, nilai kebaikan, dan pegangan agamanya.

Betawi Tidak Harus Takut pada Dunia

Kita tidak perlu melihat dunia sebagai sesuatu yang akan menghilangkan Betawi.

Justru dunia bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan Betawi.

Ketika anak Betawi berkarya, identitasnya ikut berjalan bersamanya.

Ketika ia berhasil membangun bisnis, orang akan bertanya siapa di baliknya.

Ketika ia menciptakan karya, orang akan mencari cerita di balik karya tersebut.

Dan di sanalah kesempatan untuk mengenalkan Betawi terbuka.

Jangan hanya membawa Betawi ke masa depan. Bawa Betawi ke dunia.

Kampung yang Mengajarkan Kita Bermimpi

Mungkin banyak dari kita tumbuh dari lingkungan yang sederhana.

Dari keluarga biasa. Dari kampung biasa. Dari sekolah biasa.

Tetapi kesederhanaan tempat kita tumbuh tidak menentukan sejauh mana kita bisa bermimpi.

Justru dari sanalah sering kali karakter kita terbentuk.

Kita belajar tentang keluarga. Belajar tentang tetangga. Belajar tentang berbagi. Belajar tentang kerja keras. Belajar tentang menghadapi hidup.

Nilai-nilai itu bisa menjadi bekal ketika kita pergi jauh.

Untuk Anak Betawi yang Sedang Berjuang

Kalau hari ini kamu sedang belajar, teruslah belajar.

Kalau sedang membangun usaha, teruslah berusaha.

Kalau sedang mengejar cita-cita, jangan berhenti.

Kalau sedang membuat karya, teruslah berkarya.

Jangan merasa kecil hanya karena kamu berasal dari tempat yang sederhana.

Jangan merasa harus meninggalkan identitas agar bisa diterima dunia.

Kamu bisa pergi sejauh mungkin tanpa harus kehilangan dirimu.

Pergilah sejauh yang kamu mampu. Tumbuhlah setinggi yang kamu bisa. Tetapi jangan lupa membawa akar.

Betawi yang Kita Impikan

Saya ingin melihat lebih banyak anak Betawi menjadi orang-orang hebat.

Bukan hanya terkenal di lingkungannya, tetapi mampu memberi pengaruh di tingkat yang lebih luas.

Saya ingin melihat pengusaha Betawi membangun bisnis besar.

Seniman Betawi menghasilkan karya yang dikenal dunia.

Profesional Betawi memimpin perusahaan.

Akademisi Betawi menghasilkan pengetahuan.

Kreator Betawi bercerita melalui teknologi dan media baru.

Dan anak-anak Betawi tumbuh menjadi manusia yang berilmu, beradab, percaya diri, dan memiliki pegangan agama.

Masa depan Betawi tidak hanya dibangun oleh mereka yang menjaga masa lalu, tetapi juga oleh mereka yang berani menciptakan masa depan.

BetawiBanget

BetawiBanget ingin menjadi bagian dari perjalanan itu.

Menemukan cerita anak Betawi. Mengangkat karya mereka. Membuka ruang bagi gagasan. Mengenalkan tradisi. Menghubungkan generasi.

Karena kita percaya, identitas akan semakin kuat ketika memiliki ruang untuk berkembang.

Kita tidak ingin anak Betawi hanya menjadi penonton perubahan.

Kita ingin mereka menjadi bagian dari orang-orang yang menciptakannya.

Dari kampung, kita belajar tentang akar.
Dari dunia, kita belajar tentang kemungkinan.
Dari keduanya, kita membangun masa depan.
Pergi Jauh.
Tumbuh Tinggi.
Tetap Betawi.

Karena menjadi anak Betawi bukan alasan untuk membatasi mimpi.

Justru dari akar itulah kita punya tempat untuk kembali.

Bangga Jadi Betawi.

Anak Betawi Bergerak.

BetawiBanget.id

Tentang Penulis
Deni Ardini

Founder BetawiBanget.id. Melalui BetawiBanget, Deni ingin ikut membuka ruang bagi generasi muda Betawi untuk berkarya, berkembang, dan membawa identitas serta nilai-nilai baik Betawi ke masa depan.

Posting Komentar